Senin, 09 April 2012

TUGAS DARI KA FASTI ROLA

Karin Ambarita (10-037)
Yoseva (10-052)
Olga Septania (10-082) 

Apa itu paedagogi praktis ???

Mengacu pada buku Paedagogi, Andragogi,dan Heutagogi karangan Prof. Dr. Sudarwan Danim , Paedagogi Praktis itu adalah aplikasi dari teori-teori paedagogi .

Bagaimana pengaplikasiannya???

Paedagogi itu kan merupakan seni untuk mengajar pada anak-anak, bagaimana cara untuk menyampaikan ilmu pada anak-anak. Citra guru yang dulu adalah citra yang benar-benar menjadi seorang pendidik, dimana guru memegang peranan penting dalam kelas, bersikap tegas, dan disiplin dalam kelas. Dewasa ini, citra tersebut secara berangsur-angsur berkurang, sekarang ini ditemukan banyak guru yang bisa diatur oleh orangtua murid, seolah-olah guru itu tidak sepenuhnya memegang kendali atas pendidikann anak dikelas.

Ada sebuah kisah nyata disebuah sekolah , orang tua melakukan "servis" terhadap guru anaknya supaya guru tersebut lebih memperhatikan anaknya dan lebih memberi perhatian khusus terhadap anaknya.

Lihatlah saat ini, berapa banyak guru-guru yang tidak sesuai dengan ucapan dan perbuatan mereka. Banyak guru sudah tidak disiplin dalam menjalankan kewajiban mereka sebagai guru. Berapa banyak guru yang tidak menguasai materi yang diajarkan. Berapa banyak guru yang masih gaptek dengan teknologi. Sehingga tak jarang kemampuan dan pengetahuan siswa justru melebihi gurunya. Berapa banyak kebohongan yang menjadi budaya di lakukan oleh pihak sekolah. Kebohongan dalam membuat pemberkasan, kebohongan dalam membuat SPJ bantuan, kebohongan dalam meluluskan anak didiknya saat Ujian Nasional. Belum lagi kalau mereka melakukan hal yang tidak terpuji di masyarakat. Karena mereka menjadi guru bukan karena panggilan hati. Tetapi karena terpaksa atau sebagai pelepas image dari status pengangguran. Maka wajar jika tidak sampai membekas makna dari nilai luhur apa yang mereka ajarkan.


Inilah gambaran dari citra guru sekarang. Peranan guru yang dulu itu sudah tidak sama lagi dengan masa sekarang.

PAEDAGOGI, TIK, DAN FENOMENA KONTEMPORER


1.     Pertanyaan Esensial
Sebagai seorang guru, pastilah mereka memiliki pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan masalah-masalah paedagogi, seperti bagaimana mengelola pembelajaran dengan baik? Bagaiamana menjangkau anak-anakk secara individual? Bagaimana memilih metoe pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik anak? Pertanyaan ini tentunya menawarkan aspek-aspek strategis sebagai contoh paedagogis. Kegagalan dalam menjawab pertanyaan tersebut mampu mengurangi kemungkinan bahwa anak-anak akan membuat kemajuan yang mengesankan. Ada beberapa pertanyaan yang disajikan:
a.     Penilaian kebutuhan: materi belajar apa yang dibutuhkan?
b.     Pertumbuhan professional: bagaimana cara meningkatkan mutu pengajaran di kelas?
c.      Budaya kelas: bagaimana cara menumbuhkan budaya kelas untuk belajar?
d.     Strategi: bagaimana guru mengajar untuk memaksimalkan hasil?
e.     Pengelolaan sumber daya kelas: bagaimana guru membuat media pembelajaran dan apa kegunaannya dalam pembelajaran?
f.       Pemecahan masalah: apa yang bisa salah dalam pengajaran dan bagaimana cara mengatasinya?
g.     Orkestrasi: bagaimana guru mengatur semua aspek yang berbeda dari paedagogi?
h.     Penggunaan TIK: bagaimana aplikasi TIK dalam pembelajaran yang memenuhi kriteria paedagogi?
2.     Paedagogi Efektif
Guru harus bertanggung jawab dalam memberikan bahan ajar mereka dan tentunya mereka harus menjadi pembelajar sejati agar dapat mengikuti kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus mengalami percepatan, termasuk kemajuan di bidang paedagogi itu sendiri. Hal ini memberitahu kita bahwa siswa belajar paling baik jika guru:
a.     Menciptakan lingkungan yang menunjang pembelajaran
b.     Mendorong pemikiran reflektif dan tindakan
c.      Meningkatkan relevansi pembelajaran baru
d.     Memfasilitasi pembelajaran bersama
e.     Membuat sambungan ke pembelajran dan pengalaman sebelumnya
f.       Cukup memberikan kesempatan untuk belajar
g.     Menyelidiki hubungan belajar-mengajar

3.     Pemikiran Reflektif
Siswa belajar paling efektif ketika mereka mengembangakan kemampuan untuk eksis kembali dalam hal pengembangan informasi atau gagasan, dan bahwa mereka terlibat dengan pemikiran tentang suatu hal secara objektif. Seiring dengan berkembangnya waktu, mereka mampu mengembangkan kreativitas mereka, kemampuan dalam berpikir kritis, metakognisi yang berupa kemampuan mereka berpikir tentang pemikiran mereka sendiri.

4.     TIK dan Paedagogi
TIK memiliki pengaruh besar pada dunia orang muda. Seperti halnya e-learning yang mana sebuah pembelajran didukung oleh Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), tentunya memiliki potensi yang besar untuk mendukung pendekatan pengajaran, dengan tidak melupakan dimensi paedagogi.

5.     Kenikmatan Belajar
Kelas yang optimal sering digambarkan dengan sebuah kelas yang memiliki struktur yang jelas, dimana guru adalah pusat sebagai pengirim informasi kepada siswa, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
a.     Baik siswa maupun guru perlu memiliki ruang dan kesempatan untuk mengeksplorasi, yaitu belajar secara aktf
b.     Siswa dan guru bersama-sama aktif dan menjadi pembelajar, siswa dapat dipersepsi sebagai “partner” guru
c.      Guru memiliki peran khusus dalam meyakinkan bahwa semua pealajr pelru didukung secara istimewa
d.     Cakupan materi pelajaran menjadi kurang penting dibandingkan ruang dan kesempatan yang meyakinkan untuk mengeksplorasi
e.     Kriteria penting untuk pemilihan konten harus memfasilitasi kegunaannya dalam eksplorasi
f.       Apa yang paling penting bukanlah hasil tapi proses perkembangan
Ketika pembelajaran berlangsung, mungkin saja mengubah perspektif yang muncul namun tetap tidak menghilangkan peran guru .

PAEDAGOGIS PRAKTIS ABAD KE-21


1.     Paedagogi Progesif
Paedagogi Progesif juga disebut sebagai Paedagogi Praktis Abad ke 21. Berbagai kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah melahirkan beberapa perubahan besar dalam pola pembelajaran. Belakangan juga telah hadir proses pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi.

2.     Ilmiah dan Praktis
Paedagogi juga termasuk dalam kategori “pengetahuan paedagogis formal” dan “pengetahuan paedagogis vernacular” . Formal berarti paedagogi bermakna teoritis atau ilmiah sedagkan vernacular berarti paedagogi praktis. Paedagogi formal atau teoritis didukung oleh pengalaman dasar yang kuat, istimewa, dan dibangun atas fondasi kajian empiric selama proses mengajar dan belajar.

3.     Studi Sistemik
Studi sistemik berkaitan erat dengan penerapan paedagogi. Menurut Hallam dan Ireson,  ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk mengembangkan pendekatan mereka sendiri untuk paedagogi, yakni:
a.     Pertimbangan tujuan pendidikan dan nilai-nilai yang mendukung pengajaran
b.     Pengetahuan tentang teori belajar
c.      Pengetahuan tentang konsep-konsep yang berbeda dari mengajar
d.     Pengetahuan tentang model pengajaran dan pembelajaran dan interaksi dinamis
e.     Memahami bagaimana paedagogi dapat dioperasionalkan di dalam kelas
f.       Pengetahuan dan keterampilan untuk mengevaluasi praktik, penelitian, dan teori yang berkaitan dengan pendidikan
4.      Antipaedagogi
Seiring bertambahnya usia, Paedagogi seringkali mengundang perdebatan. Akan sangat berbahaya jika muncul kekuatan-kekuatan luar yang memaksakan perubahan buruk didasarkan pada teori, riset, dan praktik tanpat melirik esensi paedagogi.
Kegagalan pemerintah dalam hal Paedagogi seperti pengabaian peranan Paedagogi merupakan penyebab hal tersebut. Hal ini juga berakibat ada beberapa anak yang hanya menemukan sedikit keuntungan dari penggunaan teknologi baru untuk keperluan mengajar dan pembelajaran.

PAEDAGOGI TEORITIS DAN PRINSIP-PRINSIP PAEDAGOGIS

1. Paedagogi dan Paedagogis
Paedagogi tidak hanya berkisar pada seni dan ilmu mengajar, namun juga memberikan pengaruh sebagai sistem yang bermuara pada pengembangan individu atau peserta didik. Sebagai kata benda, Paedagogi bermakna ilmu pendidikan atau ilmu pengajaran; sebagai kata sifat paedagogis berarti memiliki sifat mendidik atau bersifat paedagogi.

2. Prinsip-prinsip proses Paedagogis
Prinsip-prinsip paedagogis berarti mengarah kepada proses paedagogis yang menjadi standard an prosedur tindakan untuk menentukan dasar paedagogis yang paling penting dalam proses pendidikan kepribadian.
Terdapat beragam prinsip-prinsip Paedagogis, namun tentunya terdapat kesatuan karakter ilmiah dan ideologis dari proses paedagogis. Hal ini berarti setiap proses tersebut harus terstruktur berdasarkan temuan yang paling maju di bidang sains kontemporer dan dalam korespondensi total dengan ideology kita.
Prinsip yang selanjutnya mengarah kepada kesatuan pengajaran, pendidikan dan perkembangan proses, karena didasarkan pada kesatuan dialektis antara pendidikan dan pengajaran yang harus terkait dengan kegiatan pembangunan pada umumnya.
Prinsip terakhir dari proses paedagogis adalah bahwa masing-masing subsistem aktivvitas, komunikasi, dan kepribadian saling terkait satu sama lain
3. Pembentukan professional
Menurut Vigotzky, terdapat beberapa dimensi yang terkait dalam pembentukan guru professional disajikan sebagai berikut:
a. Pembentukan guru sebagai pribadi yang utuh
b. Pembetukan karakter sistemik yang diperlukan untuk memberdayakan siswa (dari awal sampai mereka lulus)
c. Pembentukan karakter yang terpribadi (personalized character) dengan dua jalur referensi, individualisasi dan integrasi
d. Pembetukan karakter preventif (tidak hanya berkaitan dengan pemecahan masalah melainkan juga dalam rangka mengantisipasi kesulitan atau permasalahan tersbut)

Semua tesis yang dinyatakan Vigotsky tersebut juga mendukung proses belajar-mengajar sebagaimana dikehendaki dalam proses paedagogis

Minggu, 18 Maret 2012

Paedagogi Teoritis dan Prinsip-prinsip Paedagogis

Paedagogi bukan hanya berkutat pada ilmu dan seni mengajar melainkan ada hubungannya dengan pembetukan generasi baru yaitu pengaruh pendidikan sebagai sistem yang bermuara pada pengembangan individu atau peserta didik. Paedagogi adalah ilmu pendidikan atau ilmu pengajaran. sedangkan Paedagogis adalah salah satu proses studi Paedagogi. Prinsip-prinsip proses Paedagogis adalah kesatuan karakteristik ilmiah dan ideologis dari proses paedagogis, prinsip hubungan sekolah dan kehidupan didasarkan pada dua aspek penting yakni kaitan antara kehidupan dan pekerjaan sebagai kegiatan yang mendidik manusia, prinsip selanjutnya adalah proses ini adalah salah satu yang mengkombinasikan karakter kolektif dan individu serta penghormatan terhadap kepribadian siswa, prinsip berikutnya adalah merujuk pada kesatuan pengajaran, pendidikan, dan perkembangan proses, kemudian prinsipnya adalah bahwa domain kognitif dan afektif tidak bisa berada dlm suasana yang.kering dan prinsip yang terakhir adalah bahwa masing-masing substansi aktivitas, komunikasi, dan kepribadian saling terkait satu sama lain.

Kaitan Paedagogi dan Paradigma Belajar

1. Definisi
pada kenyataannya, kegiatan yang terjadi di dalam kelas tidak dapat terlepas dari belajar maupun mengajar. nah apakah pengertian dari mengajar? mengajar belajar dari kata ajar yang berarti memberi petunjuk atau menyampaikan informasi, pengalaman, pengetahuan, dan sejenisnya kepada subjek tertentu diketahui atau dipahami. Mengajar adalah tindakan seseorang atau beberapa orang untuk memberi petunjuk atau menyampaikan informasi agar dapat dipahami oleh subjek didik tertentu. sedangkan pengajaran yakni lebih kepada proses dimana kerangka kegiatan mengajar itu terjadi. Melihat kepada pengertiannya dapat dikatakan bahwa pengertian belajar merujuk pada tugas utama siswa baik yang dilakukan di dalam kelas maupun di luar kelas namun tidak dapat dipubgkiri bahwa guru juga melakukan kegiatan belajar dalam memberikan pembelajaran kepada siswa, sedangkan pengertian pengajaran memiliki makna adanya interaksi antara siswa dan guru, namun peranan guru memang lebih dominan.
2. Bagaimanakah karakteristik guru dengan kemampuan mengajar yang unggul?
Ketika siswa termotivasi utk terus melanjutkan pendidikan secara berkelanjutan maka merupakan.indikasi bahwa proses pembelajaran yang dijalaninya adalah unggul. kegiatan belajar seperti ini menginspirasi siswa untuk terus belajar dan biasanya terinspirasi dari gurunya. Ada beberapa karakteristik guru dgn kemampuan yg unggul, yakni:
a. memiliki keahlian pokok seperti pengetahuan mengenai materi pembelajaran secara menyeluruh, mengetahui materi lebih luas dari sekedar yg ada di buku, mendalami materi secara terus menerus,
b. memiliki keahlian paedagogis seperti menetapkan tujuan pembelajaran yg sesuai, menunjukkan sikap positif dan kepercayaan terhadap siswa, menilai siswa secara adil dN cepat, memandu siswa agar berhasil mengeksplorasi proses pemecahan masalah, memberi umpan balik secara teratur
c. memiliki kemampuan komunikator yg unggul
d. mentor yang berpusat pada siswa yakni menjadikan siswa sebagai prioritas utama
e. aksesor yg sistematis dan berkelanjutan

3.

Sabtu, 10 Maret 2012

seni dan ilmu mengajar 27 februari 2012 MK PAEDAGOGI

Pagi itu hari senin sekitar pukul 8 pagi kami bersama ibu Dina fillia masuk kepada pembelajaran mengenai ilmu dan seni mengajar, saat itu yang ada di dalam pikiran kami bahwa kami akan menjalankan proses belajar mengajar yang pada umumnya terjadi dimana terdapat interaksi antara dosen dan mahasiswa, namun ternyata perkiraan kami salah ternyata saat itu yg kami pelajari adalah ilmu dan seni mengajar. Saat itu kami diarahkan oleh ibu Dina bagaimana cara mengakses informasi yang instan namun tetap terkendali. Hal pertama yang perlu kami lakukan adalah login ke website usu untuk kemudian kami masuk ke window psikologi dan masuk kepada window chat.utk melakukan percakapn. Saat itu terjadilah kesulitan dan kami masing masing diberikan kesempatan oleh bu Dina mengeksplore diri kami sampai kami dapat memecahkan permasalahan itu, saat itu permasalahannya adalah bahwa kami masing masing menemui kesulitan utk masuk ke box chat utk melakukan percakapan, setelah cukup lama berkutat dengan permasalahan tersebut seorang dari kami berhasil mencari jalan keluarnya sehingga kami satu sama lain dapat bergabung dalam ruang chat. Sejak hari itu ibu Dinna mengajak kami untuk tidak mengekang kreativitas yg terdapat pada diri kami seseorang karena ibu dinna tidak pernah menganggap apa yg kami lakukan salah atau benar namun lebih kepada penghargaan terhadap apa yg kami lakukan