Senin, 09 April 2012

ACTION PLAN

Action Plan atau rencana tindak merupakan sebuah tindakan yang dilakukan secara sistematis dalam hal pengembangan kurikulum oleh satuan pendidikan dan kegiatan lainnya. Nah ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan penyusunan sebuah rencana tindak, antara lain:
1.Menyusun sejumlah program kegiatan dalam rangka peningkatan ProfesionalismePengembang Kurikulum berdasarkan skala prioritas bagi satuan pendidikan yang akan dibina. 
2.Menetapkan target pencapaian (tujuan) sesuai dengan kegiatan yang akan dilakukan 
3.Merumuskan indikator pencapaian keberhasilan dari kegiatan yang dilakukan
4.Menentukan perkiraan waktu pelaksanaan kegiatan tersebut akan dilakukan 
5.Menentukan materi pembinaan yang akan diberikan
6.Menentukan unsur-unsur yang terlibat sesuai dengan kapasitasnya, misalnya sebagai peserta, nara sumber, dsb 
7.Menentukan siapa yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan program 
8.Menentukan sumber dana untuk menunjang pelaksanaan program 
9.Hal-hal lain yang dianggap perlu

OBSERVASI DAN PERENCANAAN MENGAJAR

Perencanaan program belajar mencakup kegiatan merumuskan tujuan pembelajaran, merumuskan isi / materi pelajaran yang harus dipelajari, merumuskan kegiatan belajar dan merumuskan sumber belajar / media pembelajaran yang akan digunakan serta merumuskan evaluasi belajar. Fungsi perencanaan program belajar adalah sebagai pedoman kegiatan guru dalam mengajar dan pedoman siswa dalam kegiatan belajar yang disusun secara sistematis dan sistemik. Perencanaan program belajar harus berdasarkan pada pendekatan sistem yang mengutamakan keterpaduan antara tujuan, materi, kegiatan belajar dan evaluasi.
Rencana pembelajaran pada hakekatnya merupakan perencanaan jangka pendek yang dilakukan oleh guru untuk dapat memperkirakan berbagai tindakan yang akan dilakukan di kelas atau di luar kelas. Perencanaan pembelajaran tersebut perlu dilakukan agar guru dapat mengkoordinasikan berbagai komponen pembelajaran yang berorientasi (berbasis) pada pembentukan kompetensi siswa, yakni kompetensi dasar, materi standar, indikator hasil belajar, dan penilaian berbasis kelas (PBK). Kompetensi dasar berfungsi untuk memberikan makna terhadap kompetensi dasar. Indikator hasil belajar berfungsi sebagai alat untuk mengukur ketercapaian kompetensi. Sedangkan PBK sebagai alat untuk mengukur pembentukan kompetensi serta menentukan tindakan yang harus dilakukan jika kompetensi standar belum tercapai.
Prinsip perencanaan pengajaran yang harus diperhatikan adalah:
  • Perencanaan pengajaran harus berdasarkan kondisi siswa.
  • Perencanaan pengajaran harus berdasarkan kurikulum yang berlaku.
  • Perencanaan harus memperhitungkan waktu yang tersedia
  • Perencanaan pengajaran harus merupakan urutan kegiatan belajar – mengajar yang sistematis.
  • Perencanaan pengajaran bila perlu lengkapi dengan lembaran kerja/tugas dan atau lembar observasi.
  • Perencanaan pengajaran harus bersifat fleksibel.
Prosedur Pengembangan Program Pembelajaran :
  • Program pengajaran di sekolah dilaksanakan dalam jangka waktu belajar tertentu. Program pengajaran yang menjadi tugas guru yaitu menyusun program pengajaran tahunan, program pengajaran semester dan program mingguan atau harian, yang disebut program persiapan mengajar.
  • Program pengajaran di sekolah harus dilakukan secara beruntut, sehingga harus dibuat pembagian jam mata pelajaran dalam artian setiap tatap muka pertama dan selanjutnya harus ada kesinambungan yang terkait. A) PROGRAM PEMBELAJARAN
    1)  PROGRAM TAHUNAN
    Program tahunan adalah rencana penetapan alokasi waktu satu tahun untuk mencapai tujuan(SK dan KD)yang telah ditetapkan. Penetapan alokasi waktu diperlukan agar seluruh kompetensi dasar yang ada dalam kurikulum seluruhnya dapat dicapai oleh siswa.
    Penentuan alokasi waktu ditentukan pada jumlah jam pelajaran sesuai dengan struktur kurikulum yang berlaku serta keluasan materi yang harus dikuasai oleh siswa.
    Program Tahunan merupakan program umum setiap mata pelajaran untuk setiap kelas yang dikembangkan oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan program ini telah dipersiapkan dan dikembangkan oleh guru mata pelajaran sebelum tahun ajaran karena merupakan pedomkan bagi pengembangan program-program berikutnya.
    2)  PROGRAM SEMESTER
    Program semester adalah program pengajaran yang harus dicapai selama satu semester, selama periode ini diharapkan para siswa menguasai pengetahuan, sikap dan keterampilan sebagai satu kesatuan utuh. Program semester dijabarkan dari Garis – Garis Besar Program Pengajaran pada masing-masing bidang studi / mata pelajaran, di dalamnya terdiri atas: pokok bahasan / sub-pokok bahasan, alokasi waktu, dan alokasi pertemuan kapan pokok bahasan / sub-pokok bahasan tersebut disajikan.
    3)  RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
    Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah perkiraan atau proyeksi mengenai tindakan apa yang akan dilakukan pada saat melaksanakan kegiatan pembvelajaran. RPP disusun untuk satu kompetensi dasar.
    B) PEMBAGIAN JAM MATA PELAJARAN
    Menyusun jadual pelajaran adalah salah satu  kegiatan dalam manajemen kurikulum di sekolah pada proses pengorganisasian (organizing). Pekerjaan tersebut umumnya dilakukan oleh petugas khusus penyusun jadual (di Sekolah Dasar), Seksi Kurikulum (di SMP), atau wakil kepala sekolah bidang kurikulum (di SMA/SMK/MA). Jadual pelajaran berfungsi sebagai pedoman mengajar bagi guru dan pedoman belajar bagi siswa.
    Di dalam jadual pelajaran menjabarkan seluruh program pengajaran di sekolah, karena dengan melihat jadual pelajaran akan diketahui:
    1)    mata pelajaran apa yang akan diajarkan,
    2)    kapan pelajaran itu diajarkan,
    3)    di mana (ruang) pelajaran diajarkan, dan
    4)    siapa (guru) yang mengajar pada suatu kelas tertentu selama satu minggu.
    Jadual pelajaran dibedakan menjadi dua macam yaitu jadual pelajaran umum dan jadual pelajaran khusus. Jadual pelajaran umum memuat pengaturan pemberian mata pelajaran pada seluruh kelas dan menunjukkan pembagian waktu mengajar bagi seluruh guru di sekolah itu.
    Sedangkan jadual pelajaran khusus adalah kegiatan pemberian mata pelajaran yang hanya berlaku bagi suatu kelas tertentu/sekelompok siswa tertentu pada hari-hari tertentu. Mengingat menyusun jadual pelajaran harus dibutuhkan ketelitian,ketelatenan, serta dihasilkan jadual yang memperlancar proses pembelajaran untuk mempercepat  ketercapaian tujuan pembelajaran, maka harus diperlukan beberapa tips and trick tertentu.
    Tips and trick penyusunan jadual pelajaran adalah penyusun jadual pelajaran harus:
  • memperhatikan persyaratan tertentu dalam penyusunan jadual pelajaran,
  • memahami langkah-langkah penyusunan jadual, serta
  • memilih alat bantu atau perangkat lunak/software yang tepat.
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam penyusunan jadual pelajaran:
Tips and trick pertama dalam penyusunan jadual pelajaran adalah memperhatikan persyaratan tertentu dalam penyusunan jadual pelajaran. Menurut Ahmadi (1978:73-74) penyusunan jadual pelajaran harus memperhatikan enam hal, yaitu:
  1. adanya selingan antara mata pelajaran satu dengan lainnya agar tidak menjemukan (untuk memenuhi persyaratan ini dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu pemberian jeda waktu tiap ganti pelajaran atau pindah ruang setiap ganti pelajaran (moving class).
  2. pelajaran jangan terlalu lama (kelas I dan II SD 30 menit/jam pelajaran, kelas III-IV SD 40 menit/jam pelajaran, dan sekolah lanjutan 45 menit/jam pelajaran)
  3. masing-masing pelajaran dicarikan waktu yang tepat (mata pelajaran yang membutuhkan daya pikir dan tenaga seperti MIPA dan penjasorkes dijadualkan pada jam permulaan)
  4. harus disediakan waktu istirahat agar siswa tidak telalu lelah,
  5. jangan sampai kegiatan di suatu kelas mengganggu kegiatan kelas sebelahnya, dan
  6. untuk kelas-kelas yang siswanya sedikit dapat digabung untuk melakukan kegiatan yang sama. 

Langkah-Langkah Penyusunan Jadual Pelajaran:
Tips and trick kedua dalam penyusunan jadual pelajaran adalah memahami langkah-langkah penyusunan jadual pelajaran.  Kegiatan penyusunan jadual pelajaran akan terasa mudah dan cepat apabila mengikuti langkah-langkah sistematik penyusunan jadual pelajaran. Langkah-langkah penyusunan jadual pelajaran dalam manajemen kurikulum adalah sebagai berikut:
  1. penyusunan struktur program kurikulum masing-masing mata pelajaran ( jenis mata pelajaran yang diajarkan dan jumlah jam perminggu masing-masing mapel tiap jenjang kelas),
  2. penyusunan pembagian tugas jam mengajar guru (berisi nama guru, jenis mata pelajaran yang diajarkan, jumlah jam masing-masing mapel, dan kelas yang diajar)
  3. penentuan hari-hari atau jam-jam kosong masing-masing mata pelajaran dan guru (misalnya; pelajaran Penjasorkes hanya jam ke 1 s.d 4, hari untuk kegiatan MGMP, pembinaan, dan kegiatan sekolah lainnya),
  4. penentuan jumlah jam pelajaran sekolah tiap hari atau tiap minggu (misalnya senin s.d kamis: 8 jam pelajaran, jumat dan sabtu: 6 jam pelajaran; jadi jumlah jam pelajaran sekolah  perminggu adalah 44 jam pelajaran),
  5. penentuan jumlah ruang mapel (khusus sekolah yang menyelenggarakan moving class), jumlah ruang mapel adalah pembulatan ke atas (harus!) dari rasio jumlah jam pelajaran tiap mapel total dengan jumlah jam pelajaran sekolah perminggu.
  6. penentuan jumlah jam pelajaran tiap ruang mapel perminggu. Untuk menentukan jumlah jam pelajaran dalam ruang tertentu harus merata, yaitu tidak boleh melebihi jumlah jam mapel total perminggu dibagi jumlah ruang mapel,
  7. mendistribusikan jam-jam guru mata pelajaran pada kelas, jam, dan hari-hari yang telah direncanakan,
  8. mempublikasikan jadual pelajaran kepada guru, siswa, dan komponen lain yang memerlukannya

TUGAS DARI KA FASTI ROLA

Karin Ambarita (10-037)
Yoseva (10-052)
Olga Septania (10-082) 

Apa itu paedagogi praktis ???

Mengacu pada buku Paedagogi, Andragogi,dan Heutagogi karangan Prof. Dr. Sudarwan Danim , Paedagogi Praktis itu adalah aplikasi dari teori-teori paedagogi .

Bagaimana pengaplikasiannya???

Paedagogi itu kan merupakan seni untuk mengajar pada anak-anak, bagaimana cara untuk menyampaikan ilmu pada anak-anak. Citra guru yang dulu adalah citra yang benar-benar menjadi seorang pendidik, dimana guru memegang peranan penting dalam kelas, bersikap tegas, dan disiplin dalam kelas. Dewasa ini, citra tersebut secara berangsur-angsur berkurang, sekarang ini ditemukan banyak guru yang bisa diatur oleh orangtua murid, seolah-olah guru itu tidak sepenuhnya memegang kendali atas pendidikann anak dikelas.

Ada sebuah kisah nyata disebuah sekolah , orang tua melakukan "servis" terhadap guru anaknya supaya guru tersebut lebih memperhatikan anaknya dan lebih memberi perhatian khusus terhadap anaknya.

Lihatlah saat ini, berapa banyak guru-guru yang tidak sesuai dengan ucapan dan perbuatan mereka. Banyak guru sudah tidak disiplin dalam menjalankan kewajiban mereka sebagai guru. Berapa banyak guru yang tidak menguasai materi yang diajarkan. Berapa banyak guru yang masih gaptek dengan teknologi. Sehingga tak jarang kemampuan dan pengetahuan siswa justru melebihi gurunya. Berapa banyak kebohongan yang menjadi budaya di lakukan oleh pihak sekolah. Kebohongan dalam membuat pemberkasan, kebohongan dalam membuat SPJ bantuan, kebohongan dalam meluluskan anak didiknya saat Ujian Nasional. Belum lagi kalau mereka melakukan hal yang tidak terpuji di masyarakat. Karena mereka menjadi guru bukan karena panggilan hati. Tetapi karena terpaksa atau sebagai pelepas image dari status pengangguran. Maka wajar jika tidak sampai membekas makna dari nilai luhur apa yang mereka ajarkan.


Inilah gambaran dari citra guru sekarang. Peranan guru yang dulu itu sudah tidak sama lagi dengan masa sekarang.

PAEDAGOGI, TIK, DAN FENOMENA KONTEMPORER


1.     Pertanyaan Esensial
Sebagai seorang guru, pastilah mereka memiliki pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan masalah-masalah paedagogi, seperti bagaimana mengelola pembelajaran dengan baik? Bagaiamana menjangkau anak-anakk secara individual? Bagaimana memilih metoe pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik anak? Pertanyaan ini tentunya menawarkan aspek-aspek strategis sebagai contoh paedagogis. Kegagalan dalam menjawab pertanyaan tersebut mampu mengurangi kemungkinan bahwa anak-anak akan membuat kemajuan yang mengesankan. Ada beberapa pertanyaan yang disajikan:
a.     Penilaian kebutuhan: materi belajar apa yang dibutuhkan?
b.     Pertumbuhan professional: bagaimana cara meningkatkan mutu pengajaran di kelas?
c.      Budaya kelas: bagaimana cara menumbuhkan budaya kelas untuk belajar?
d.     Strategi: bagaimana guru mengajar untuk memaksimalkan hasil?
e.     Pengelolaan sumber daya kelas: bagaimana guru membuat media pembelajaran dan apa kegunaannya dalam pembelajaran?
f.       Pemecahan masalah: apa yang bisa salah dalam pengajaran dan bagaimana cara mengatasinya?
g.     Orkestrasi: bagaimana guru mengatur semua aspek yang berbeda dari paedagogi?
h.     Penggunaan TIK: bagaimana aplikasi TIK dalam pembelajaran yang memenuhi kriteria paedagogi?
2.     Paedagogi Efektif
Guru harus bertanggung jawab dalam memberikan bahan ajar mereka dan tentunya mereka harus menjadi pembelajar sejati agar dapat mengikuti kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus mengalami percepatan, termasuk kemajuan di bidang paedagogi itu sendiri. Hal ini memberitahu kita bahwa siswa belajar paling baik jika guru:
a.     Menciptakan lingkungan yang menunjang pembelajaran
b.     Mendorong pemikiran reflektif dan tindakan
c.      Meningkatkan relevansi pembelajaran baru
d.     Memfasilitasi pembelajaran bersama
e.     Membuat sambungan ke pembelajran dan pengalaman sebelumnya
f.       Cukup memberikan kesempatan untuk belajar
g.     Menyelidiki hubungan belajar-mengajar

3.     Pemikiran Reflektif
Siswa belajar paling efektif ketika mereka mengembangakan kemampuan untuk eksis kembali dalam hal pengembangan informasi atau gagasan, dan bahwa mereka terlibat dengan pemikiran tentang suatu hal secara objektif. Seiring dengan berkembangnya waktu, mereka mampu mengembangkan kreativitas mereka, kemampuan dalam berpikir kritis, metakognisi yang berupa kemampuan mereka berpikir tentang pemikiran mereka sendiri.

4.     TIK dan Paedagogi
TIK memiliki pengaruh besar pada dunia orang muda. Seperti halnya e-learning yang mana sebuah pembelajran didukung oleh Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), tentunya memiliki potensi yang besar untuk mendukung pendekatan pengajaran, dengan tidak melupakan dimensi paedagogi.

5.     Kenikmatan Belajar
Kelas yang optimal sering digambarkan dengan sebuah kelas yang memiliki struktur yang jelas, dimana guru adalah pusat sebagai pengirim informasi kepada siswa, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
a.     Baik siswa maupun guru perlu memiliki ruang dan kesempatan untuk mengeksplorasi, yaitu belajar secara aktf
b.     Siswa dan guru bersama-sama aktif dan menjadi pembelajar, siswa dapat dipersepsi sebagai “partner” guru
c.      Guru memiliki peran khusus dalam meyakinkan bahwa semua pealajr pelru didukung secara istimewa
d.     Cakupan materi pelajaran menjadi kurang penting dibandingkan ruang dan kesempatan yang meyakinkan untuk mengeksplorasi
e.     Kriteria penting untuk pemilihan konten harus memfasilitasi kegunaannya dalam eksplorasi
f.       Apa yang paling penting bukanlah hasil tapi proses perkembangan
Ketika pembelajaran berlangsung, mungkin saja mengubah perspektif yang muncul namun tetap tidak menghilangkan peran guru .

PAEDAGOGIS PRAKTIS ABAD KE-21


1.     Paedagogi Progesif
Paedagogi Progesif juga disebut sebagai Paedagogi Praktis Abad ke 21. Berbagai kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah melahirkan beberapa perubahan besar dalam pola pembelajaran. Belakangan juga telah hadir proses pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi.

2.     Ilmiah dan Praktis
Paedagogi juga termasuk dalam kategori “pengetahuan paedagogis formal” dan “pengetahuan paedagogis vernacular” . Formal berarti paedagogi bermakna teoritis atau ilmiah sedagkan vernacular berarti paedagogi praktis. Paedagogi formal atau teoritis didukung oleh pengalaman dasar yang kuat, istimewa, dan dibangun atas fondasi kajian empiric selama proses mengajar dan belajar.

3.     Studi Sistemik
Studi sistemik berkaitan erat dengan penerapan paedagogi. Menurut Hallam dan Ireson,  ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk mengembangkan pendekatan mereka sendiri untuk paedagogi, yakni:
a.     Pertimbangan tujuan pendidikan dan nilai-nilai yang mendukung pengajaran
b.     Pengetahuan tentang teori belajar
c.      Pengetahuan tentang konsep-konsep yang berbeda dari mengajar
d.     Pengetahuan tentang model pengajaran dan pembelajaran dan interaksi dinamis
e.     Memahami bagaimana paedagogi dapat dioperasionalkan di dalam kelas
f.       Pengetahuan dan keterampilan untuk mengevaluasi praktik, penelitian, dan teori yang berkaitan dengan pendidikan
4.      Antipaedagogi
Seiring bertambahnya usia, Paedagogi seringkali mengundang perdebatan. Akan sangat berbahaya jika muncul kekuatan-kekuatan luar yang memaksakan perubahan buruk didasarkan pada teori, riset, dan praktik tanpat melirik esensi paedagogi.
Kegagalan pemerintah dalam hal Paedagogi seperti pengabaian peranan Paedagogi merupakan penyebab hal tersebut. Hal ini juga berakibat ada beberapa anak yang hanya menemukan sedikit keuntungan dari penggunaan teknologi baru untuk keperluan mengajar dan pembelajaran.

PAEDAGOGI TEORITIS DAN PRINSIP-PRINSIP PAEDAGOGIS

1. Paedagogi dan Paedagogis
Paedagogi tidak hanya berkisar pada seni dan ilmu mengajar, namun juga memberikan pengaruh sebagai sistem yang bermuara pada pengembangan individu atau peserta didik. Sebagai kata benda, Paedagogi bermakna ilmu pendidikan atau ilmu pengajaran; sebagai kata sifat paedagogis berarti memiliki sifat mendidik atau bersifat paedagogi.

2. Prinsip-prinsip proses Paedagogis
Prinsip-prinsip paedagogis berarti mengarah kepada proses paedagogis yang menjadi standard an prosedur tindakan untuk menentukan dasar paedagogis yang paling penting dalam proses pendidikan kepribadian.
Terdapat beragam prinsip-prinsip Paedagogis, namun tentunya terdapat kesatuan karakter ilmiah dan ideologis dari proses paedagogis. Hal ini berarti setiap proses tersebut harus terstruktur berdasarkan temuan yang paling maju di bidang sains kontemporer dan dalam korespondensi total dengan ideology kita.
Prinsip yang selanjutnya mengarah kepada kesatuan pengajaran, pendidikan dan perkembangan proses, karena didasarkan pada kesatuan dialektis antara pendidikan dan pengajaran yang harus terkait dengan kegiatan pembangunan pada umumnya.
Prinsip terakhir dari proses paedagogis adalah bahwa masing-masing subsistem aktivvitas, komunikasi, dan kepribadian saling terkait satu sama lain
3. Pembentukan professional
Menurut Vigotzky, terdapat beberapa dimensi yang terkait dalam pembentukan guru professional disajikan sebagai berikut:
a. Pembentukan guru sebagai pribadi yang utuh
b. Pembetukan karakter sistemik yang diperlukan untuk memberdayakan siswa (dari awal sampai mereka lulus)
c. Pembentukan karakter yang terpribadi (personalized character) dengan dua jalur referensi, individualisasi dan integrasi
d. Pembetukan karakter preventif (tidak hanya berkaitan dengan pemecahan masalah melainkan juga dalam rangka mengantisipasi kesulitan atau permasalahan tersbut)

Semua tesis yang dinyatakan Vigotsky tersebut juga mendukung proses belajar-mengajar sebagaimana dikehendaki dalam proses paedagogis